Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra :
“Sebaik-baiknya kaya ialah kaya hati, sebaik-baik bekal
ialah takwa, seburuk-buruk buta ialah buta hati. Siapa memaafkan orang akan
dimaafkan Allah. Siapa mengampuni orang akan diampuni Allah.”
Hati adalah kuil yang ditempatkan Allah di dalam diri kita.
Kuil di dalam diri kita ini, lebih berharga daripada kuil tersuci sekalipun di
muka bumi ini. Hati menyimpan kecerdasan dan kearifan kita yang terdalam. Jika
mata hati kita terbuka, maka kita mampu melihat melampaui penampilan luar segala sesuatu yang palsu, dan jika
telinga hati terbuka, kita dapat mendengar kebenaran yang tersembunyi dibalik
kata-kata yang diucapkan. Hati yang merupakan kekayaan terbaik adalah hati yang
bersih. Hati yang bersih adalah hati yang berhiaskan iman.
Q.S Al-Baqarah ayat 197
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ
تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ
آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ
وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ
وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ
الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ
وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ
الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Artinya : “Bukanlah
menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi
sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya
kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang
memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan)
hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang
menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam
kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang
benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”
Hati itu ada 4 macam. Pertama, hati yang bersih, di dalamnya
terdapat lampu yang bersinar. Inilah hati orang beriman. Kedua, hati yang
tertutup. Inilah hati orang kafir. Ketiga, hati yang diabaikan. Ini adalah hati
orang munafik. Keempat, hati yang didalamnya bercampur dua hal, yaitu iman dan
kemunafikan. Yang menguasai adalah yang mampu mengalahkan salah satunya. (HR.
Iman Ahmad, dan Hudzaifah bin Yaman).
Maafkanlah kesalahan orang lain, agar Allah memaafkan
kesalahanmu dan mengampuni dosamu. Jadilah engkau pemaaf dan berpalinglah dari
orang yang bodoh. Itu berarti, engkau harus menjalin silaturruhmi dengan oranng
yang memusuhimu, bersikap dermawan terhadap orang yang kikir terhadapmu, dan
memaafkan orang yang menganiayakanmu.
Jika kebaikan-kebaikan tersebut kita miliki, berarti kita
telah memiliki kunci-kunci meraih keberuntungan dan kesuksesan dengan hati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar