Pidato

Pengertian Pidato

Pidato adalah bentuk pengungkapan pikiran, ide, atau gagasan dalam bentuk kata-kata di hadapan banyak orang.

Pidato terdiri atas tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup. Pembukaan berisi sapaan kepada hadirin dan ucapan syukur kepada Allah. Isi pidato berisi inti pidato yang disampaikan, sedangkan penutup berisi kesimpulan dan permohonan maaf.

Berikut teknik atau metode pembacaan pidato :

  1. Metode menghafal, yaitu membuat suatu rencana pidato lalu menghafalkannya kata per kata.
  2. Metode serta merta, yakni membawakan pidato tanpa persiapan dan hanya mengandalkan pengalaman dan wawasan. Biasanya dalam keadaan darurat banyak menggunakan metode ini.
  3. Metode naskah, yaitu berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat. Sebelumnya dan umumnya dipakai pada pidato-pidato resmi.

Berikut contoh naskah pidato :

Pidato Perpisahan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang terhormat Bapak Septiono Ponco Usodo selaku Kepala SMP N 1 TAYU, Bapak/Ibu guru,  Staff TU, dan tamu undangan yang saya hormati, serta siswa-siswi SMP N 1 TAYU yang saya sayangi.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga pada hari yang cerah ini, kita dapat berkumpul  dalam keadaan sehat wal-afiat untuk menghadiri acara Perpisahan Murid SMP N 1 TAYU tahun 2014-2015.

          Shalawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW, dimana beliau adalah suri tauladan bagi kita.

Saya perwakilan teman-teman kelas 9 mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mengizinkan saya berdiri disini untuk menyampaikan salam perpisahan di depan hadirin yang berbahagia.

Mungkin sekarang kami kelas 9 bisa dianggap bukan anak SMP lagi. Karena kami akan meninggalkan sekolah ini. Dan kita semua akan berpisah. Berbicara tentang Perpisahan, Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Alangkah senangnya apabila pertemanan yang telah kita jalin selama tiga tahun ini dapat bertahan selamanya. Seakan tak tergoyahkan oleh apapun, tak  tergantikan, dan tak lekang oleh waktu.

Mungkin di antara kita ada yang merasa senang mengalami perpisahan karena yang ia tunggu selama ini adalah hal-hal baru yang terlihat lebih menyenangkan dibanding hal-hal di sini yang sangat membosankan. Tapi mungkin di sisi lain, ada yang merasa sangat sedih karena telah mengalami banyak hal menyenangkan di sini dan betapa banyaknya kenangan yang telah tercipta.

Untuk teman-temanku kelas 9, semoga kalian dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dan diberi kesuksesan dalam segala hal. Harapan saya, semoga kita tidak melupakan jasa para guru yang telah mendidik dan membimbing kita. Terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, tanpa mengenal waktu dalam membimbing dan memberi arahan.

Untuk adik-adik kelas 7 dan 8, sebelum kalian terlambat menyadari bahwa waktu tak dapat diputar kembali, dan sebelum kalian menyesal karena telah menyia-nyiakan waktu kalian tanpa mengalami satu pun hal berharga. Maka buatlah kenangan sebanyak banyaknya. Lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan. Katakanlah apa yang ingin kalian katakan. Seiring berjalannya waktu, hanya kenanganlah yang tersisa. Perjuangan kalian belum berakhir sampai disini, jadi kalian jangan menyerah dan mudah puas atas apa yang telah kalian dapatkan. Kalian harus terus berjuang mengejar cita-cita dan membanggakan orang-orang disekitar kalian.

Kepada Bapak/Ibu guru. Maafkan  kami, atas segala tingkah laku kami selama ini. Atas kelakuan nakal kami, atas kebandelan kami, juga atas kemalasan kami. Kami berjanji, akan menjadi lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang.

Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf, karena kesalahan adalah milik saya dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Wabillahitaufik walhidayah.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar