Puisi

Pengertian Puisi

Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi merupakan gambaran jiwa penyairnya. dengan bahasa yang indah, penyair mengungkapkan apa yang dilihat, dialami, atau dirasakannya.

Berikut beberapa puisi karangan sastrawan dunia :

Kenyataan-Kenyataan

Ludovic Kundera

Kalian lihat surya bergumul dengan kabut
Rumput merah
Jaring lawa digantungi embun
Ulat dan kutu jauh dalam bumi

Gerbong-gerbong bermuat umbi
Jika kereta digerakkan ke sana
Dan orang banyak gemetar di kesunyian kampung

Intip kalianlah udara musim rontok keanak-anakan
Perempuan yang datang
Menempuh hujan mengguntur

Kalian lihat angkutan tentara melewati
Burung gagak di pemandangan sedih
Segala ini

Tetapi juga kita lihat ikan di kolam renang
Labah-labah dalam hati kanak-kanak
Tabung waktu berisi semut

Kita lihat ketumbuhan gunung
Dan kehancurannya jadi debu kabut
Dari mana kristal-kristal burung

Dan abad pertengahan dengan gerobak dan khadam
Dengan uap darah kuda dan api kasar

Dan akhirnya kita sampai di bumi Moravia
Rue de la Paix
Dimana kaca toko menyala
Dengan keharuman damai minyak wangi Gemey

Lagu Hujan
Paul Verlaine

Rinai tangis dalam hatiku, Bagai rintik hujan di kota
Apa gerangan makna lesu
Yang menyusup masuk kalbuku

Wahai, lembutnya tetes hujan
Merintiki tanah dan atap
Wahai, begini nyanyian hujan
Bagi hati diambang bosan

Terhambur ratap tak tentu sebab
Dalam hati yang jijik diri
Apa, tiada pengkhianatan?
Sesal ini tak tentu sebab

Memang sungguh paling perihnya
Bila tidak setahu kita
Tidak mendendam atau bercinta
Hati pun larut dalam berita


Berikut beberapa puisi karangan Chairil Anwar :

Doa

Kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk

Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
Di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling


Kawanku dan Aku

Kami sama pejalan larut
Menembus kabut
Hujan mengucur badan
Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan
Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat

Siapa berkata-kata?
Kawanku hanya rangka saja
Karena dera mengelucak tenaga

Dia bertanya jam berapa?
Sudah larut sekali
Hilang tenggelam segala makna

Dan gerak tak punya arti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar