Sabtu, 28 Februari 2015

Taburlah Benih Kebaikan Dimanapun dan Kapanpun


Q.S Al-Qashash ayat 77
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Artinya : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Kita menabur kebaikan  dimana saja karena itu juga salah satu cara kita untuk berterima kasih kepada Allah yang juga berbuat baik kepada kita. Juga dapat menjadi kunci dalam meraih berbagai keberuntungan dalam hidup, karena seseorang yang menanamkan kebaikan, maka segera ia akan menuai hasilnya dengan sukacita. Demikian juga orang yang menanam keburukan, pasti ia akan menuai hasilnya dengan penyesalan.

Diriwayatkan dari Abdullah ibn Amr :
“Siapa meminta perlindungan atas nama Allah, maka berilah perlindungan. Siapa meminta atas nama Allah, maka berilah. Siapa yang meminta pertolongan atas nama Allah, maka berilah pertolongan. Siapa yang memberikan sesuatu yang baik kepadamu, maka balaslah. Jika kamu tidak membalasnya, maka doakanlah dia, sehingga kamu tahu bahwa kamu telah memberikan balasan kepadanya.”

Ada teman atau saudara yang tertimpa musibah, lalu kita mendoakan dan membantunya, itulah kebaikan. Seseorang mengucapkan salam, lalu kita menjawabnya, adalah kebaikan, dan seterusnya. Kita bisa menyebut kebaikan lain yang dapat kita lakukan, yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar