Bila
waktu tidak digunakan dengan baik maka akan terbuang untuk perkara yang
sia-sia. Semua orang merasakan hal itu. Maka jika seseorang tidak mengisi
waktunya dengan kebaikan, ia akan menghabiskan waktunya untuk kejelekan. Orang
yang tidak mengambil faedah dari waktu mereka, menyia-nyiakannya untuk perkara
yang merugikan, maka waktunya itu akan menjadi padang rumput bagi syetan-syetan
yang senantiasa membolak-balikkannya dalam kesesatan.
Orang-orang
yang sadar akan cepatnya waktu berlalu, mereka adalah orang-orang yang
mendapatkan taufik dari Allah sehingga waktu mereka benar-benar bermanfaat.
Q.S
Al-Insyirah ayat 7
Artinya
: “Maka jika engkau sudah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras
untuk urusan yang lain”
Makna dari
ayat ini adalah bahwa begitu kita selesai berurusan dengan dunia dan dengan
segala tanggung jawab kita di dalamnya, hendaknya kita bersiap-siap untuk
mencari pengetahuan lainnya. Jadi, kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu.
Dari
Abdullah Ibnu Mas'ud RA :
"Tidaklah
aku menyesali sesuatu, seperti penyesalanku atas suatu hari yang berlalu dengan
terbenamnya matahari, semakin berkurang umurku tetapi tidak bertambah
amalanku."
Rasulullah
SAW bersabda :
"Hambaku
senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan melaksanakan shalat-shalat nafilah hingga
Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya,
dengannya dia mendengar, Aku menjadi penglihatannya, dengannya dia melihat, Aku
menjadi tangannya, dengannya dia bertindak, Aku menjadi kakinya, dengannya dia
berjalan. Jika dia memohon kepadaKu maka Aku benar-benar akan memberinya dan
Jika dia meminta perlindungan kepadaKu maka Aku benar-benar akan melindunginya
(HR. Bukhari)”.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar