Jumat, 27 Februari 2015

Kebenaran Dari Sebuah Ketakutan


Mengapa seseorang merasa takut? Kapan orang merasa takut? Dimana orang merasa takut? Bagaimana bisa dia merasa takut? Dan, kepada siapakah dia merasa takut?

Disini saya akan mengajak anda untuk memahami bahwa ternyata ketakutan seseorang terjadi karena beberapa hal.


1.   Rasa percaya diri yang rendah
Pada saat seseorang tidak mengetahui informasi tentang suatu hal, mungkin ia akan menempatkan diri pada posisi yang kurang tepat. Apabila seseorang merasa lebih mengetahui, ia akan mempunyai keberanian dan terbebas dari ketakutan yang seharusnya memang tidak diperlukan. Namun, apabila orang tersebut memperkirakan bahwa ia tidak dapat mengatasi masalah yang terjadi, maka ketakutan akan membayang-bayanginya.

2.   Menghadapi kejadian saat ini menggunakan pengalaman masa lalu
Seseorang menceritakan bahwa ia takut saat berada di keramaian. Ternyata di pengalaman masa kecilnya, ia pernah terpisah dengan orang tuanya saat berada di tempat yang ramai. Setelah beranjak dewasa, dia benar-benar tidak berani berada di tempat ramai, ia akan merasa sangat ketakutan dan seluruh  tubuhnya menggigil.

3.   Merasa tidak nyaman di zona yang ia sebut comfort zone
Seringkali orang menyebut situasi dimana seseorang ingin  mempertahankan  hasil yang sudah dicapainya sebagai zona nyaman atau “comfort zone”. Benarkah orang tersebut  merasa nyaman di zona yang dialaminya saat itu? Saya yakin apabila ditanyakan pada mereka, maka sebenarnya mereka akan menjawab “Tidak”.

Pada saat seseorang ingin mempertahankan kondisi yang disebutnya “comfort zone”, saat itu sebenarnya ia sedang terperangkap dalam ketidaknyamanan hidupnya. Mengapa? Sebab, ia akan melakukan segalanya agar ia dapat mempertahankan apa yang ia dapatkan. Hingga timbul kekhawatiran dan ketakutan jika ia kehilangan semua yang telah ia miliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar