Biologi



Membuat Tape Singkong
 
I.            Tujuan     : Siswa mampu mempraktikkan secara langsung proses
 pembuatan tape singkong menggunakan bakteri
 saccharomyces cereviceae.

II.          Alat / Bahan     :
Alat   :                                      Bahan         :
-  Panci                                    -  Singkong 2 Kg
-  Kompor                                 -  Ragi tape 3 butir
-  Baskom                                         
-  Tempat kedap udara
-  Plastik

III.       Langkah Kerja   :
 
1.      Singkong dikupas, dicuci bersih, kemudian dikukus hingga matang.
2.    Jika sudah matang singkong diangkat, dibiarkan hingga dingin.
3.     Jika sudah dingin, taburi singkong dengan ragi hingga merata.
4.    Masukkan singkong dalam plastik dan tutup rapat-rapat.
5. Biarkan selama 2 hari tanpa dibuka-buka. Setelah 2 hari tape siap dikonsumsi.

IV.       Hasil Praktikum :
1)     Tekstur tape : Lembut.
2)   Warna tape : Putih kekuningan.
3)    Rasa tape : Tidak terlalu manis.

V.          Pertanyaan       :
1.      Jelaskan tentang bioteknologi konvensional! Beri  contohnya!
 Jawab :
          Bioteknologi konvensional adalah penerapan ilmu bioteknologi dengan memanfaatkan makhluk hidup secara langsung untuk mengubah kandungan gizi dari suatu produk. Bioteknologi konvensional mudah dilakukan di rumah – rumah sederhana sekalipun karena prosesnya mudah dan juga bahan – bahannya mudah di dapatkan. Beberapa contoh dari Bioteknologi konvensional yaitu  tempe, kecap,  oncom dan  tape.
2.    Jelaskan pengertian tentang fermentasi dan buatlah skema  singkat proses fermentasi sampai dengan hasilnya!
Jawab :
          Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
3.     Mengapa pada saat berlangsungnya fermentasi harus ditutup rapat?
Jawab :
          Agar tidak ada udara yang masuk ke dalam wadah penyimpanan. Ini disebabkan  karena pada pembutan tape singkong ini memanfaatkan bakteri anaerob, yaitu bakteri yang tidak memerlukan udara dalam proses fermentasinya. Dan, agar tidak ada bakteri lain yang masuk.

VI.        Kesimpulan
Pada umumnya pembuatan tape singkong, setelah ditaburi ragi, akan ditutup dengan rapat agar tidak ada udara yang masuk ke dalam wadah penyimpanan. Ini disebabkan karena pada pembutan tape singkong ini memanfaatkan bakteri anaerob, yaitu bakteri yang tidak memerlukan udara dalam proses fermentasinya. Pada tahap awal akan terjadi proses aerob, jika terbuka akan mudah terkontaminasi. pada hari kedua terjadi proses anaerob pembentukan citarasa alkohol oleh khamir. Berikutnya jika ada udara maka alkohol akan dioksidasi menjadi asam asetat sehingga menjadi asam.

Jadi dapat disimpulkan bahwa tape singkong yang tidak dibungkus atau ditutup dalam proses pembuatannya, maka akan berpengaruh pada warna tape yang seharusnya kekuning kuningan bersih, menjadi berwarna agak putih dan pucat. Dari segi rasa, tape yang ditutup rapat, akan terasa lebih manis, sedangkan yang dibiarkan terbuka, akan terasa asam. Tape yang dibungkus akan mengalami proses fermentasi yang lebih cepat dibandingkan tape yang tidak di tutup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar