Sabtu, 13 Juni 2015

Jika Kita Tidak Yakin, Orang Lain Pun Tidak




Kadang kala kita bertanya kepada orang lain untuk meyakinkan diri tentang sesuatu yang ingin kita yakini. “Saya dapat melakukannya, iya kan??”

Ironisnya, orang lain mendasarkan penilaiannya tidak hanya pada apa yang mereka pikir bisa kita lakukan, tetapi juga apa yang menurut mereka kita rasa kita bisa lakukan. Dengan kata lain, orang-orang disekitar kita bagaikan cermin bagi apa yang kita rasakan, yang menunjukkan ketakutan kita saat kita merasa takut dan kepercayaan diri kita saat kita merasa percaya diri.

Kita tidak bisa mengandalkan orang lain untuk meyakinkan diri kita, karena mereka akan mengandalkan kita untuk meyakinkan diri mereka.

Jumat, 20 Maret 2015

Tips Mengurangi Kecanduan Smartphone






Hadirnya Smartphone memang membawa dampak positif dengan segala kemudahannya, tapi di sisi lain menciptakan akibat buruk, yaitu kecanduan. Manusia rela berlama-lama (berjam-jam) hanya untuk mantengi si Smartphone. Cek status  dan update status setiap saat selalu dilakukan membuat si pemegang Smartphone lupa banyak hal dalam kehidupan ini, misalnya lupa untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Lupa bahwa Smartphone adalah mesin. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak boleh tidak harus berinteraksi dengan lainnya. Tanpa interaksi dengan lainnya maka akan membawa dampak yang tidak baik dalam kehidupan.

Maka dari itu, dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi dengan anda bagaimana cara mengurangi kecanduan Smartphone. Bukan berhenti sama sekali dari tehnologi cerdas yang satu ini. Tapi paling tidak bisa mengurangi dan anda bisa tetap "mesra" berhubungan dengan keluarga, sahabat dan dengan siapa saja. Berikut tipsnya untuk anda :

1. Matikan Notifikasi Smartphone

Sering dan bahkan banyak dari pemilik Smartphone meng-onkan semua notifikasi, contoh notifikasi dari Facebook, Twitter, dan lainnya. Sehingga setiap saat Smartphone akan memberikan tanda bahwa ada pemberitahuan dari layanan tersebut. Tentu ini sangat mengganggu aktivitas rutin anda. Maka dari itu matikan semua notifikasi yang tidak perlu dan tidak penting buat aktivitas penting anda. Ini akan membuat anda lebih fokus pada tugas anda serta akan membuat anda tidak kecanduan Smartphone.

2. Mengatur Waktu Bebas Smartphone

Apakah anda menganggap penting menggunakan Smartphone di meja makan, kamar mandi atau nonton film ? Pegang Smartphone saat anda sedang makan tentu tidaklah terlalu penting. Mestinya anda makan dengan nikmat dan tidak terganggu oleh apapun. Maka sebaiknya bebaskan diri anda untuk tidak pegang Smartphone saat berada di meja makan. Usahakan gitu ya. Apalagi di kamar mandi. Nggak penting banget gitu loh pegang Smartphone saat berada di kamar mandi. Enyahkan tuh Smartphone....( maksudnya letakkan di tempat lain gitu gan ).

3. Jangan Menggunakan Smartphone sebagai Alarm

Kebanyakan orang menggunakan Smartphone sebagai alarm walau dimatikan terutama saat mau tidur. Penggunaan Smartphone ketika tidur atau di tempat tidur akan membuat orang semakin banyak bergaul dengan Smartphone. Untuk itu letakkan Smartphone di tempat lain agar kecanduan bisa dikurangi.

4. Cobalah Latihan Break dari Tehnologi

Masak sih seumur hidup manusia hanya melihat layar Smartphone? Tidak kan? Aktivitas lain tentu banyak. Cobalah latihan pikiran dan fisik anda dengan istirahat dari mesin yang satu ini, Smartphone. Jika anda bekerja lalu istirahat, jangan istirahat anda lalu digunakan untuk membuka Smartphone. Tapi berusahalah untuk istirahat dari Smartphone. Dengan demikian akan membuat anda tidak kecanduan Smartphone.

Demikian beberapa Tips Mengurangi Kecanduan Smartphone. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik loh. Maka kata pepatah, yang sedang-sedang saja. Termasuk pemakaian smartphone. Ya nggak ? Semoga bermanfaat.

Sumber : http://www.bacatips.com/2015/03/tips-cerdas-mengurangi-kecanduan.html

Kamis, 19 Maret 2015

9 Kunci Sukses Menghadapi Ujian




Apa saja 9 Kunci Sukses yang akan Anda pelajari? 

1. Mindset Juara
Hal mendasarkan yang membedakan juara dan yang tidak juara terletak pada pola pikir. Pola pikir akan mewujudkan dalam tindak. Orang bisa sukses karena tindakannya dan semua tindakan itu berasal dari pola pikir sukses. Kunci Sukses 1 yang akan Anak Anda dapatkan adalah memiliki pola pikir pelajar sukses.

2. Hancurkan Penghambat Diri
80% masalah belajar disebabkan oleh emosi negatif. Anak sering merasa malas dan tidak termotivasi saat disuruh belajar. Tetapi, menjelang ujian mereka merasa takut tidak lulus, cemas, khawatir dan stress. Semua itu adalah penghambat yang harus dituntaskan. Kunci Sukses 2 yang saya bagikan adalah cara menghilangkan segala bentuk ketakutan, kecemasan, dan berbagai emosi negatifnya dalam belajar dan ujian.

3. Percaya Diri Menghadapi Ujian
Banyak anak yang mendapat nilai jelek karena kesalahan sepele seperti tidak teliti, ragu-ragu, atau mengubah jawaban yang sebenarnya sudah tepat. Kesalahan ini timbul dari rasa kurang percaya diri. Kunci Sukses 3 yang akan Anak Anda dapatkan adalah memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi ujian.

4. Disiplin dalam Belajar
Tidak disiplin dan suka menunda-nunda dalam belajar merupakan hal yang merusak persiapan ujian. Untuk mengatasi ini, Anak harus memiliki Kunci Sukses 4 yaitu berdisplin diri dan berperang dengan penundaan.

5. Strategi Manajemen Waktu
Terlalu banyak bermain dan melupakan belajar membuat anak mendapat nilai jelek. Sebaliknya terlalu banyak belajar dan tidak bermain membuat anak menjadi stres. Perlu ada keseimbangan antara belajar dan bermain dalam masa ujian. Kunci Sukses 5 yang harus dimiliki Anak adalah cara mengatur waktu belajar dengan sistem yang tepat.

6. Strategi Memahami Pelajaran
Terlalu banyak materi yang dipelajari untuk ujian membuat Anak kelamaan dalam memahami pelajaran. Kunci Sukses 6, menguasai strategi menemukan poin-poin penting dalam pelajaran sehingga Anak Anda bisa memahami pelajaran dengan mudah dalam waktu singkat.

7. Strategi Menghafal Pelajaran
Menghafal adalah bagian dari pembelajaran di sekolah. Menghafal akan menjadi mudah jika tahu caranya. Kunci Sukses 7 yang akan Anak Anda pelajari adalah cara menghafal daftar kata berurut, rumus, kata asing (cont: pelajaran biologi), dan proses (cont: metamorfosis).

8. Berlatih untuk Menghadapi Ujian
Semakin banyak berlatih Anak semakin siap menghadapi ujian. Bagaimana berlatih yang tepat untuk melewati masa ujian dengan sukses? Jawabannya ada di Kunci Sukses 8.

9. Strategi Mengerjakan Soal
Hal yang sering kali dilupakan oleh anak adalah cara mengerjakan soal yang tepat saat ujian. Kunci Sukses 9 yang akan Anak Anda miliki adalah cara mengerjakan soal ujian dengan tepat agar mendapatkan nilai maksimal.

Sumber : http://junianton.com/9ksmu/ujian/

Selasa, 03 Maret 2015

Manfaatkan Waktumu


Bila waktu tidak digunakan dengan baik maka akan terbuang untuk perkara yang sia-sia. Semua orang merasakan hal itu. Maka jika seseorang tidak mengisi waktunya dengan kebaikan, ia akan menghabiskan waktunya untuk kejelekan. Orang yang tidak mengambil faedah dari waktu mereka, menyia-nyiakannya untuk perkara yang merugikan, maka waktunya itu akan menjadi padang rumput bagi syetan-syetan yang senantiasa membolak-balikkannya dalam kesesatan.

Orang-orang yang sadar akan cepatnya waktu berlalu, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan taufik dari Allah sehingga waktu mereka benar-benar bermanfaat.

Q.S Al-Insyirah ayat 7


Artinya : “Maka jika engkau sudah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain”

Makna dari ayat ini adalah bahwa begitu kita selesai berurusan dengan dunia dan dengan segala tanggung jawab kita di dalamnya, hendaknya kita bersiap-siap untuk mencari pengetahuan lainnya. Jadi, kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu.

Dari Abdullah Ibnu Mas'ud RA :

"Tidaklah aku menyesali sesuatu, seperti penyesalanku atas suatu hari yang berlalu dengan terbenamnya matahari, semakin berkurang umurku tetapi tidak bertambah amalanku."

Rasulullah SAW bersabda :


"Hambaku senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan melaksanakan shalat-shalat nafilah hingga Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya, dengannya dia mendengar, Aku menjadi penglihatannya, dengannya dia melihat, Aku menjadi tangannya, dengannya dia bertindak, Aku menjadi kakinya, dengannya dia berjalan. Jika dia memohon kepadaKu maka Aku benar-benar akan memberinya dan Jika dia meminta perlindungan kepadaKu maka Aku benar-benar akan melindunginya (HR. Bukhari)”.

Kita Pasti Bisa Bila Kita Berpikir Kita Bisa


Ya, kita pasti bisa bila kita berpikir kita bisa. Ini adalah sebuah prinsip untuk menjalani kehidupan yang dapat mengantar banyak orang kepada keberhasilan yang besar.

Tanamkan dalam pikiran kita, bahwa kita akan, bahkan harus meraih keberhasilan. Jangan biarkan benih kegagalan tumbuh, berkembang dan berfotosintesis di dalam pikiran kita. Sebab, pikiran bagaikan lahan subur yang dapat menumbuhkan benih apapun yang kita tumbuhkan dalam pikiran kita.

Tanamkan dalam pikiran kita bahwa kita harus menyelesaikan segala urusan dan masalah yang kita  hadapi. Tanamkan juga keyakinan dalam pikiran kita. Orang-orang beriman adalah orang-orang yang memiliki keyakinan besar terhadap Allah. Kita harus yakin adanya Allah dan adanya hari akhir.

Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Tinggalkan sesuatu yang meragukanmu kepada yang tidak meragukan, karena sesungguhnya kebenaran itu tetap. Sedangkan dusta itu keragu-raguan.”

Dr. David J. Schwartz menulis, “Perhatikanlah orang yang berjalan dengan kaki terseret dalam keadaan pas-pasan. Ia percaya, dirinya kurang berharga, sehingga ia pun hanya menerima sedikit. Ia tidak percaya bahwa dirinya dapat melakukan hal-hal besar, dan ia pun tidak mampu melakukan hal-hal besar. Ia percaya bahwa dirinya tidak penting, maka semua yang ia  kerjakan mempunyai tanda tidak penting. Sementara waktu berlalu tidak adanya kepercayaan diri ini, terlihat dalam cara ia berbicara, berjalan, dan bertindak.”

Maka, jadilah orang yang selalu berpikir sukses, jangan berpikir gagal. Ingatkan diri kita secara teratur, bahwa kita lebih baik dari yang kita kira. Milikilah kepercayaan yang besar, karena besar kecilnya keberhasilan kita, sangat ditentukan oleh besar kecilnya kepercayaan kita. Lalu, berpikirlah positif, sebab berpikir positif adalah sebuah kekuatan. Berpikir positif tidak semata-mata membuat sesuatu menjadi lebih baik, bahkan lebih dari itu. Berpikir positif dapat mengubah kekalahan menjadi kemenangan, musuh menjadi sahabat, masalah menjadi kebiasaan, dan seterusnya.


Kita harus senantiasa berpikir tentang hal-hal positif, tentang sukses, dan bukan kegagalan. Kita harus memiliki keyakinan dan membuang jauh-jauh keraguan kita. Berpikirlah positif, dan gapailah semua harapan-harapan yang selama ini kita harapkan. J

Senin, 02 Maret 2015

How To Be A Best Friend


Sahabat sejati adalah sahabat yang tidak pernah berniat untuk menusuk dari belakang atau menjadi duri, dan tidak memiliki rasa iri dan dengki. Saling memberi dan saling menerima.

Ketika seseorang yang sudah kita anggap sebagai sahabat, namun pada satu ketika ternyata dia diam-diam menginginkan dan melakukan sesuatu yang pada dasarnya tidak pernah terpikirkan oleh kita,  apa yang harus diperbuat dan apa yang bisa kita rasakan? Kekecewaan yang sangat dalam dan terlukalah hati. Ini sebuah pertanda bahwa ia sangat tidak pantas untuk dijadikan sahabat. Mungkin saja kedekatan yang selama ini tercipta memiliki dua arti yang berbeda. Keberadaanya yang kita anggap sebagai sahabat, namun alangkah malangnya ternyata ia tidak memiliki pengertian dan pemahaman makna keberadaan seorang sahabat.

Berikut beberapa cara menjadi sahabat sejati :
  1. Menjadi emosional mendukung. Ini mungkin adalah unsur yang paling penting dari setiap persahabatan. Sahabat terbaik menahan diri dari tidak perlu mengkritik satu sama lain.
  2. Seorang teman terbaik akan selalu mendengarkan daripada bereaksi terhadap apa yang anda katakan, bahkan jika anda telah memicu sesuatu dalam dirinya. Kemampuan untuk mendengar apa yang dikatakan adalah salah satu bagian terbaik dari persahabatan.
  3. Teman terbaik rela meninggalkan urusan mereka  mereka untuk orang yang mereka sayangi, dan rasanya baik untuk kedua belah pihak.
  4. Perhatian adalah kualitas yang memperdalam dan memperkuat persahabatan apapun. Teman terbaik melakukan hal-hal bagi kita yang tidak akan dipikirkan oleh orang lain.
  5. Teman terbaik menerima semua kekurangan anda. Mereka tidak mengharapkan kesempurnaan. Bila anda tidak dalam kondisi terbaik anda, mereka pengertian. Jika anda mengalami hari yang buruk, seseorang yang peduli untuk anda akan menanyakan apakah mereka bisa membantu atau jika mereka harus membiarkan anda sendirian jika itu adalah apa yang anda butuhkan.
  6. Teman terbaik memiliki punggung. Mengetahui yang dapat anda percaya. Menghibur saat anda sedang memiliki masalah.
  7. Teman terbaik adalah teman yang dapat menjaga rahasia. Karena seseorang pasti akan menceritakan sebuah rahasia kepada sahabat baiknya.
  8. Teman terbaik adalah teman yang mau memaafkan sahabatnya saat sahabatnya melakukan kesalahan atau yang lainnya.
  9. Jangan takut untuk saling mengatakan kebenaran, tidak peduli betapa sulitnya untuk mengucapkannya.      
  10. Jadilah setia dalam keyakinan dan karakter, selalu terbuka dan mengundang untuk berbagi keprihatinan, selalu jujur ​​bahkan jika Anda tidak setuju.
  11. Ikutlah berbahagia saat sahabat anda mendapatkan atau mencapai sesuatu yang baik. Walaupun sebenarnya anda juga ingin mendapatkannya.
  12. Jangan pernah menyimpan dendam atas perselisihan kecil yang anda hadapi. J

Minggu, 01 Maret 2015

Ingatlah! Senang dan Susah Akan Datang Silih Berganti


Pada umumnya kita beranggapan bahwa kebahagiaan hanya ada jika dalam keadaan senang. Tidak ada kebahagiaan jika hidup susah dan sengsara. Lalu, kita pun selalu mengkondisikan diri kita, hati kita, untuk menerima dan merasakan yang enak-enak saja. Karena kesusahan dan penderitaan hanya akan merenggut kebahagiaan kita.

Lalu, suatu saat kesusahan datang. Karena memang demikianlah keberadaannya. kesusahan akan menyertai hidup manusia, karena kesusahan juga bagian dari hidup kita.


Tapi. Kita terlanjur bersikap untuk tidak mau memberi tempat pada diri dan di dalam kehidupan kita untuk tidak ada tempat untuk susah, tidak ada tempat untuk tangis, untuk sakit, untuk kekalahan, dan lainnya.

Lalu apa yang terjadi jika kita mengalami kesusahan? Karena itu, kita harus ingat bahwa “senang dan susah itu datang silih berganti dalam kehidupan. Terimalah kenyataan, bahwa suatu saat anda juga akan mengalami kesusahan.


Q.S Al-Hadid ayat 22



Artinya : tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi ini dan tidak ada pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Meraih Sukses Dengan Hati


Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra :
“Sebaik-baiknya kaya ialah kaya hati, sebaik-baik bekal ialah takwa, seburuk-buruk buta ialah buta hati. Siapa memaafkan orang akan dimaafkan Allah. Siapa mengampuni orang akan diampuni Allah.”

Hati adalah kuil yang ditempatkan Allah di dalam diri kita. Kuil di dalam diri kita ini, lebih berharga daripada kuil tersuci sekalipun di muka bumi ini. Hati menyimpan kecerdasan dan kearifan kita yang terdalam. Jika mata hati kita terbuka, maka kita mampu melihat melampaui penampilan  luar segala sesuatu yang palsu, dan jika telinga hati terbuka, kita dapat mendengar kebenaran yang tersembunyi dibalik kata-kata yang diucapkan. Hati yang merupakan kekayaan terbaik adalah hati yang bersih. Hati yang bersih adalah hati yang berhiaskan iman.

Q.S Al-Baqarah ayat 197

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Artinya : “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”

Hati itu ada 4 macam. Pertama, hati yang bersih, di dalamnya terdapat lampu yang bersinar. Inilah hati orang beriman. Kedua, hati yang tertutup. Inilah hati orang kafir. Ketiga, hati yang diabaikan. Ini adalah hati orang munafik. Keempat, hati yang didalamnya bercampur dua hal, yaitu iman dan kemunafikan. Yang menguasai adalah yang mampu mengalahkan salah satunya. (HR. Iman Ahmad, dan Hudzaifah bin Yaman).

Maafkanlah kesalahan orang lain, agar Allah memaafkan kesalahanmu dan mengampuni dosamu. Jadilah engkau pemaaf dan berpalinglah dari orang yang bodoh. Itu berarti, engkau harus menjalin silaturruhmi dengan oranng yang memusuhimu, bersikap dermawan terhadap orang yang kikir terhadapmu, dan memaafkan orang yang menganiayakanmu.


Jika kebaikan-kebaikan tersebut kita miliki, berarti kita telah memiliki kunci-kunci meraih keberuntungan dan kesuksesan dengan hati.

Sabtu, 28 Februari 2015

Taburlah Benih Kebaikan Dimanapun dan Kapanpun


Q.S Al-Qashash ayat 77
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Artinya : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Kita menabur kebaikan  dimana saja karena itu juga salah satu cara kita untuk berterima kasih kepada Allah yang juga berbuat baik kepada kita. Juga dapat menjadi kunci dalam meraih berbagai keberuntungan dalam hidup, karena seseorang yang menanamkan kebaikan, maka segera ia akan menuai hasilnya dengan sukacita. Demikian juga orang yang menanam keburukan, pasti ia akan menuai hasilnya dengan penyesalan.

Diriwayatkan dari Abdullah ibn Amr :
“Siapa meminta perlindungan atas nama Allah, maka berilah perlindungan. Siapa meminta atas nama Allah, maka berilah. Siapa yang meminta pertolongan atas nama Allah, maka berilah pertolongan. Siapa yang memberikan sesuatu yang baik kepadamu, maka balaslah. Jika kamu tidak membalasnya, maka doakanlah dia, sehingga kamu tahu bahwa kamu telah memberikan balasan kepadanya.”

Ada teman atau saudara yang tertimpa musibah, lalu kita mendoakan dan membantunya, itulah kebaikan. Seseorang mengucapkan salam, lalu kita menjawabnya, adalah kebaikan, dan seterusnya. Kita bisa menyebut kebaikan lain yang dapat kita lakukan, yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain. J

Jumat, 27 Februari 2015

Kebenaran Dari Sebuah Ketakutan


Mengapa seseorang merasa takut? Kapan orang merasa takut? Dimana orang merasa takut? Bagaimana bisa dia merasa takut? Dan, kepada siapakah dia merasa takut?

Disini saya akan mengajak anda untuk memahami bahwa ternyata ketakutan seseorang terjadi karena beberapa hal.


1.   Rasa percaya diri yang rendah
Pada saat seseorang tidak mengetahui informasi tentang suatu hal, mungkin ia akan menempatkan diri pada posisi yang kurang tepat. Apabila seseorang merasa lebih mengetahui, ia akan mempunyai keberanian dan terbebas dari ketakutan yang seharusnya memang tidak diperlukan. Namun, apabila orang tersebut memperkirakan bahwa ia tidak dapat mengatasi masalah yang terjadi, maka ketakutan akan membayang-bayanginya.

2.   Menghadapi kejadian saat ini menggunakan pengalaman masa lalu
Seseorang menceritakan bahwa ia takut saat berada di keramaian. Ternyata di pengalaman masa kecilnya, ia pernah terpisah dengan orang tuanya saat berada di tempat yang ramai. Setelah beranjak dewasa, dia benar-benar tidak berani berada di tempat ramai, ia akan merasa sangat ketakutan dan seluruh  tubuhnya menggigil.

3.   Merasa tidak nyaman di zona yang ia sebut comfort zone
Seringkali orang menyebut situasi dimana seseorang ingin  mempertahankan  hasil yang sudah dicapainya sebagai zona nyaman atau “comfort zone”. Benarkah orang tersebut  merasa nyaman di zona yang dialaminya saat itu? Saya yakin apabila ditanyakan pada mereka, maka sebenarnya mereka akan menjawab “Tidak”.

Pada saat seseorang ingin mempertahankan kondisi yang disebutnya “comfort zone”, saat itu sebenarnya ia sedang terperangkap dalam ketidaknyamanan hidupnya. Mengapa? Sebab, ia akan melakukan segalanya agar ia dapat mempertahankan apa yang ia dapatkan. Hingga timbul kekhawatiran dan ketakutan jika ia kehilangan semua yang telah ia miliki.