Jumat, 24 Juni 2016

Allah Maha Adil



Surat Al-An'am Ayat 115
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui.

Allah Maha Adil. Allah tidak menciptakan semua makhluk-Nya dengan kemampuan otak yang sama. Ada yang punya otak pintar sehingga bisa memiliki pendidikan tinggi, bisa diterima di perusahaan besar, bisa memiliki pekerjaan yang mapan, dan sebagainya. Tetapi, adapula manusia yang diberi otak biasa-biasa saja atau pas-pasan sehingga mereka cukup puas berfikir dan bekerja pada level menengah atau lebih dibawahnya lagi.

Allah tidak menciptakan nasib manusia sama. Banyak profesi yang dapat makhluk-Nya lakukan. Ada yang kaya dan yang miskin,  yang pintar dan yang biasa-biasa saja. Namun yang jelas nasib dan takdir seorang manusia bukan semata-mata ketentuan Allah SWT, tetapi ada peran manusia di dalamnya. Sukses atau tidaknya tergantung pada usaha orang tersebut dan kehendak Allah SWT. Jika semua orang mempunyai nasib yang sama, lalu siapa yang menjadi petani? siapa yang menjadi supir? siapa yang menjadi nelayan? Apakah para pegawai  itu sendiri? Mungkinkah presiden?

Jika semua orang diberi otak yang pintar sehingga menjadi Doktor atau Profesor, lalu siapa yang mau melakukan pekerjaan rendah? Para profesor itu?

Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Tentu semua ada maksudnya, yaitu agar manusia tidak selalu melihat ke atas, tetapi agar sering melihat ke bawah. Dengan begitu kita akan selalu bersyukur kepada-Nya.
Jadi, semua hal di dunia ada maksudnya, yaitu agar kita mengambil hikmah dan pelajaran dari semua yang diciptakan-Nya.

Sabtu, 13 Juni 2015

Jika Kita Tidak Yakin, Orang Lain Pun Tidak




Kadang kala kita bertanya kepada orang lain untuk meyakinkan diri tentang sesuatu yang ingin kita yakini. “Saya dapat melakukannya, iya kan??”

Ironisnya, orang lain mendasarkan penilaiannya tidak hanya pada apa yang mereka pikir bisa kita lakukan, tetapi juga apa yang menurut mereka kita rasa kita bisa lakukan. Dengan kata lain, orang-orang disekitar kita bagaikan cermin bagi apa yang kita rasakan, yang menunjukkan ketakutan kita saat kita merasa takut dan kepercayaan diri kita saat kita merasa percaya diri.

Kita tidak bisa mengandalkan orang lain untuk meyakinkan diri kita, karena mereka akan mengandalkan kita untuk meyakinkan diri mereka.

Jumat, 20 Maret 2015

Tips Mengurangi Kecanduan Smartphone






Hadirnya Smartphone memang membawa dampak positif dengan segala kemudahannya, tapi di sisi lain menciptakan akibat buruk, yaitu kecanduan. Manusia rela berlama-lama (berjam-jam) hanya untuk mantengi si Smartphone. Cek status  dan update status setiap saat selalu dilakukan membuat si pemegang Smartphone lupa banyak hal dalam kehidupan ini, misalnya lupa untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Lupa bahwa Smartphone adalah mesin. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak boleh tidak harus berinteraksi dengan lainnya. Tanpa interaksi dengan lainnya maka akan membawa dampak yang tidak baik dalam kehidupan.

Maka dari itu, dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi dengan anda bagaimana cara mengurangi kecanduan Smartphone. Bukan berhenti sama sekali dari tehnologi cerdas yang satu ini. Tapi paling tidak bisa mengurangi dan anda bisa tetap "mesra" berhubungan dengan keluarga, sahabat dan dengan siapa saja. Berikut tipsnya untuk anda :

1. Matikan Notifikasi Smartphone

Sering dan bahkan banyak dari pemilik Smartphone meng-onkan semua notifikasi, contoh notifikasi dari Facebook, Twitter, dan lainnya. Sehingga setiap saat Smartphone akan memberikan tanda bahwa ada pemberitahuan dari layanan tersebut. Tentu ini sangat mengganggu aktivitas rutin anda. Maka dari itu matikan semua notifikasi yang tidak perlu dan tidak penting buat aktivitas penting anda. Ini akan membuat anda lebih fokus pada tugas anda serta akan membuat anda tidak kecanduan Smartphone.

2. Mengatur Waktu Bebas Smartphone

Apakah anda menganggap penting menggunakan Smartphone di meja makan, kamar mandi atau nonton film ? Pegang Smartphone saat anda sedang makan tentu tidaklah terlalu penting. Mestinya anda makan dengan nikmat dan tidak terganggu oleh apapun. Maka sebaiknya bebaskan diri anda untuk tidak pegang Smartphone saat berada di meja makan. Usahakan gitu ya. Apalagi di kamar mandi. Nggak penting banget gitu loh pegang Smartphone saat berada di kamar mandi. Enyahkan tuh Smartphone....( maksudnya letakkan di tempat lain gitu gan ).

3. Jangan Menggunakan Smartphone sebagai Alarm

Kebanyakan orang menggunakan Smartphone sebagai alarm walau dimatikan terutama saat mau tidur. Penggunaan Smartphone ketika tidur atau di tempat tidur akan membuat orang semakin banyak bergaul dengan Smartphone. Untuk itu letakkan Smartphone di tempat lain agar kecanduan bisa dikurangi.

4. Cobalah Latihan Break dari Tehnologi

Masak sih seumur hidup manusia hanya melihat layar Smartphone? Tidak kan? Aktivitas lain tentu banyak. Cobalah latihan pikiran dan fisik anda dengan istirahat dari mesin yang satu ini, Smartphone. Jika anda bekerja lalu istirahat, jangan istirahat anda lalu digunakan untuk membuka Smartphone. Tapi berusahalah untuk istirahat dari Smartphone. Dengan demikian akan membuat anda tidak kecanduan Smartphone.

Demikian beberapa Tips Mengurangi Kecanduan Smartphone. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik loh. Maka kata pepatah, yang sedang-sedang saja. Termasuk pemakaian smartphone. Ya nggak ? Semoga bermanfaat.

Sumber : http://www.bacatips.com/2015/03/tips-cerdas-mengurangi-kecanduan.html

Kamis, 19 Maret 2015

9 Kunci Sukses Menghadapi Ujian




Apa saja 9 Kunci Sukses yang akan Anda pelajari? 

1. Mindset Juara
Hal mendasarkan yang membedakan juara dan yang tidak juara terletak pada pola pikir. Pola pikir akan mewujudkan dalam tindak. Orang bisa sukses karena tindakannya dan semua tindakan itu berasal dari pola pikir sukses. Kunci Sukses 1 yang akan Anak Anda dapatkan adalah memiliki pola pikir pelajar sukses.

2. Hancurkan Penghambat Diri
80% masalah belajar disebabkan oleh emosi negatif. Anak sering merasa malas dan tidak termotivasi saat disuruh belajar. Tetapi, menjelang ujian mereka merasa takut tidak lulus, cemas, khawatir dan stress. Semua itu adalah penghambat yang harus dituntaskan. Kunci Sukses 2 yang saya bagikan adalah cara menghilangkan segala bentuk ketakutan, kecemasan, dan berbagai emosi negatifnya dalam belajar dan ujian.

3. Percaya Diri Menghadapi Ujian
Banyak anak yang mendapat nilai jelek karena kesalahan sepele seperti tidak teliti, ragu-ragu, atau mengubah jawaban yang sebenarnya sudah tepat. Kesalahan ini timbul dari rasa kurang percaya diri. Kunci Sukses 3 yang akan Anak Anda dapatkan adalah memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi ujian.

4. Disiplin dalam Belajar
Tidak disiplin dan suka menunda-nunda dalam belajar merupakan hal yang merusak persiapan ujian. Untuk mengatasi ini, Anak harus memiliki Kunci Sukses 4 yaitu berdisplin diri dan berperang dengan penundaan.

5. Strategi Manajemen Waktu
Terlalu banyak bermain dan melupakan belajar membuat anak mendapat nilai jelek. Sebaliknya terlalu banyak belajar dan tidak bermain membuat anak menjadi stres. Perlu ada keseimbangan antara belajar dan bermain dalam masa ujian. Kunci Sukses 5 yang harus dimiliki Anak adalah cara mengatur waktu belajar dengan sistem yang tepat.

6. Strategi Memahami Pelajaran
Terlalu banyak materi yang dipelajari untuk ujian membuat Anak kelamaan dalam memahami pelajaran. Kunci Sukses 6, menguasai strategi menemukan poin-poin penting dalam pelajaran sehingga Anak Anda bisa memahami pelajaran dengan mudah dalam waktu singkat.

7. Strategi Menghafal Pelajaran
Menghafal adalah bagian dari pembelajaran di sekolah. Menghafal akan menjadi mudah jika tahu caranya. Kunci Sukses 7 yang akan Anak Anda pelajari adalah cara menghafal daftar kata berurut, rumus, kata asing (cont: pelajaran biologi), dan proses (cont: metamorfosis).

8. Berlatih untuk Menghadapi Ujian
Semakin banyak berlatih Anak semakin siap menghadapi ujian. Bagaimana berlatih yang tepat untuk melewati masa ujian dengan sukses? Jawabannya ada di Kunci Sukses 8.

9. Strategi Mengerjakan Soal
Hal yang sering kali dilupakan oleh anak adalah cara mengerjakan soal yang tepat saat ujian. Kunci Sukses 9 yang akan Anak Anda miliki adalah cara mengerjakan soal ujian dengan tepat agar mendapatkan nilai maksimal.

Sumber : http://junianton.com/9ksmu/ujian/

Selasa, 03 Maret 2015

Manfaatkan Waktumu


Bila waktu tidak digunakan dengan baik maka akan terbuang untuk perkara yang sia-sia. Semua orang merasakan hal itu. Maka jika seseorang tidak mengisi waktunya dengan kebaikan, ia akan menghabiskan waktunya untuk kejelekan. Orang yang tidak mengambil faedah dari waktu mereka, menyia-nyiakannya untuk perkara yang merugikan, maka waktunya itu akan menjadi padang rumput bagi syetan-syetan yang senantiasa membolak-balikkannya dalam kesesatan.

Orang-orang yang sadar akan cepatnya waktu berlalu, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan taufik dari Allah sehingga waktu mereka benar-benar bermanfaat.

Q.S Al-Insyirah ayat 7


Artinya : “Maka jika engkau sudah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain”

Makna dari ayat ini adalah bahwa begitu kita selesai berurusan dengan dunia dan dengan segala tanggung jawab kita di dalamnya, hendaknya kita bersiap-siap untuk mencari pengetahuan lainnya. Jadi, kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu.

Dari Abdullah Ibnu Mas'ud RA :

"Tidaklah aku menyesali sesuatu, seperti penyesalanku atas suatu hari yang berlalu dengan terbenamnya matahari, semakin berkurang umurku tetapi tidak bertambah amalanku."

Rasulullah SAW bersabda :


"Hambaku senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan melaksanakan shalat-shalat nafilah hingga Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya, dengannya dia mendengar, Aku menjadi penglihatannya, dengannya dia melihat, Aku menjadi tangannya, dengannya dia bertindak, Aku menjadi kakinya, dengannya dia berjalan. Jika dia memohon kepadaKu maka Aku benar-benar akan memberinya dan Jika dia meminta perlindungan kepadaKu maka Aku benar-benar akan melindunginya (HR. Bukhari)”.