Telah sempurnalah
kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang
dapat merubah rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendenyar lagi
Maha Mengetahui.
Allah
Maha Adil. Allah tidak menciptakan semua makhluk-Nya dengan kemampuan otak yang
sama. Ada yang punya otak pintar sehingga bisa memiliki pendidikan tinggi, bisa
diterima di perusahaan besar, bisa memiliki pekerjaan yang mapan, dan
sebagainya. Tetapi, adapula manusia yang diberi otak biasa-biasa saja atau
pas-pasan sehingga mereka cukup puas berfikir dan bekerja pada level menengah
atau lebih dibawahnya lagi.
Allah
tidak menciptakan nasib manusia sama. Banyak profesi yang dapat makhluk-Nya
lakukan. Ada yang kaya dan yang miskin,
yang pintar dan yang biasa-biasa saja. Namun yang jelas nasib dan takdir
seorang manusia bukan semata-mata ketentuan Allah SWT, tetapi ada peran manusia
di dalamnya. Sukses atau tidaknya tergantung pada usaha orang tersebut dan
kehendak Allah SWT. Jika semua orang mempunyai nasib yang sama, lalu siapa yang
menjadi petani? siapa yang menjadi supir? siapa yang menjadi nelayan? Apakah para
pegawai itu sendiri? Mungkinkah presiden?
Jika semua
orang diberi otak yang pintar sehingga menjadi Doktor atau Profesor, lalu siapa
yang mau melakukan pekerjaan rendah? Para profesor itu?
Allah
menciptakan segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Tentu semua ada
maksudnya, yaitu agar manusia tidak selalu melihat ke atas, tetapi agar sering
melihat ke bawah. Dengan begitu kita akan selalu bersyukur kepada-Nya.
Jadi,
semua hal di dunia ada maksudnya, yaitu agar kita mengambil hikmah dan
pelajaran dari semua yang diciptakan-Nya.





